Urgensi Kurikulum Pendidikan Islam Sebagai Media Pemersatu Kemajemukan Sosial Kultur
Keywords:
Islamic, Education Curriculum, Uniting Social, Cultural DiversityAbstract
This article discusses the urgency of the Islamic education curriculum as a unifying medium in addressing social and cultural pluralism in society. An inclusive and multicultural curriculum is essential to instill values of tolerance, justice, compassion, and moderation among students. The development of an Islamic education curriculum that is responsive to social diversity requires integrative and participatory strategies, as well as enhancing teacher competence and providing relevant learning resources. Despite challenges such as resistance and limited resources, solutions including training, socialization, and community empowerment are implemented to optimize the inclusive curriculum's implementation. Thus, the Islamic education curriculum plays a crucial role in building a harmonious and civilized society amid cultural and social plurality.
References
Al-Qur’an dan Terjemahannya.
Abuddin Nata, Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam (Jakarta: Prenada Media, 2006),
Abuddin Nata, Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian Filosofis dan Praktis (Jakarta: Rajawali Pers, 2005),
Abuddin Nata, Pendidikan Islam dan Tantangan Modernitas (Jakarta: Prenada Media, 2005),
Ahmad Tafsir, Guru dan Pendidikan Multikultural (Jakarta: Rajawali Pers, 2009),
Azyumardi Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III (Jakarta: Kencana, 2012),
Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam (Jakarta: Prenada Media, 2006),
Clifford Geertz, Interpretation of Cultures (New York: Basic Books, 1973),
Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2005), QS. Al-Kafirun: 6.
Haidar Bagir, Islam Tuhan Islam Manusia (Bandung: Mizan, 2017),
Hasan Langgulung, Pendidikan Islam dan Peranannya dalam Pembangunan di Indonesia (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1986),
Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi (Jakarta: Rineka Cipta, 2009),
M. Amin Abdullah, Islam dan Pendidikan: Telaah Pemikiran dan Praktik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004),
M. Amin Abdullah, Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006),
M. Amin Abdullah, Pendidikan Agama Era Multikultural-Multireligius (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005),
M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedi Al-Qur'an: Kajian Sosial dari Kitab Suci (Jakarta: Paramadina, 1996),
Muhammad Ali, Islam dan Pluralisme (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003),
Muhammad ibn Isma'il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, hadis no. 2442.
Nasikun, Sistem Sosial Indonesia (Jakarta: Rajawali Pers, 2006),
Syamsul Arifin, Ideologi Pendidikan Islam: Paradigma Humanisme Teosentris (Yogyakarta: LKiS, 2011),
Zakiyuddin Baidhawy, Pendidikan Multikultural Islam (Semarang: Walisongo Press, 2005),